Menkeu: Awal 2026 Jadi Titik Balik Pertumbuhan Ekonomi

photo

JAKARTA, 16 JANUARI 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada awal 2026.

Menkeu mengungkapkan bahwa sejumlah langkah cepat yang ditempuh pemerintah sejak akhir 2025 berhasil membalikkan tren perlambatan ekonomi yang sempat terjadi pada Agustus–September. Menurutnya, perlambatan tersebut berisiko mengganggu stabilitas sosial dan politik jika tidak segera direspons.

“Ekonomi sempat turun ke level yang sangat rendah. Kalau tidak segera dibalik, stabilitas sosial dan politik bisa terganggu. Karena itu ekonomi harus segera dipulihkan,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menkeu menegaskan, percepatan belanja negara dan perbaikan iklim investasi menjadi dua instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. Pemerintah juga membentuk satuan tugas percepatan dan debottlenecking investasi guna mengatasi hambatan di sektor riil.

“Pertumbuhan sektor riil akan kita dorong. Stabilitas dan pertumbuhan tinggi harus berjalan bersama. Fiskal jalan, moneter jalan, dan sektor swasta juga harus bergerak,” tegasnya.

Purbaya mengakui, efektivitas kebijakan sempat tertahan akibat belum sinkronnya respons kebijakan moneter. Namun, ia memastikan koordinasi dengan Bank Sentral kini telah diperkuat untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar.

“Kami sudah mencapai titik temu agar kebijakan fiskal dan moneter bisa berjalan lebih searah dan saling menguatkan,” katanya.

Melalui penguatan koordinasi kebijakan dan percepatan reformasi struktural, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.