PLN Amankan Transmisi Listrik, Dua Hotspot di Surabaya–Malang Berhasil Diatasi
SURABAYA, 16 JANUARI 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bergerak cepat mengamankan keandalan sistem kelistrikan di awal 2026. Dalam waktu hampir bersamaan, PLN berhasil menangani dua titik hotspot pada jaringan transmisi di Surabaya dan Malang, sehingga pasokan listrik tetap stabil dan andal.
Dua titik hotspot tersebut terdeteksi di Gardu Induk (GI) 150 kV Kalisari, Surabaya, serta di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pakis–Purwosari #2 Tower 133 di wilayah Malang.
Hotspot merupakan kondisi panas berlebih pada peralatan kelistrikan yang berpotensi menimbulkan rugi daya, mempercepat kerusakan peralatan, hingga memicu gangguan sistem jika tidak segera ditangani.
Di Surabaya, hasil inspeksi rutin menunjukkan adanya hotspot pada sambungan konduktor di GI 150 kV Kalisari. Sebanyak 15 personel PLN UIT JBM diterjunkan untuk melakukan perbaikan sekaligus penggantian konduktor pada sisi Current Transformer (CT) menuju Disconnecting Switch (DS) Line bay Sukolilo 1.
Seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan pada Senin (12/1/2026) tanpa mengganggu penyaluran listrik ke pelanggan.
Proses perbaikan dilakukan dengan pengawasan ketat serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memastikan peralatan kembali beroperasi normal dan aman.
Sementara itu di Malang, tim PLN UIT JBM juga menangani hotspot pada konduktor jumper fasa tengah SUTT 150 kV Pakis–Purwosari #2 Tower 133. Melalui pemeliharaan terencana dan terukur, potensi gangguan terhadap stabilitas sistem transmisi berhasil dieliminasi sejak dini.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa respon cepat terhadap indikasi anomali merupakan kunci menjaga keandalan sistem transmisi, khususnya di awal tahun.
“Setiap potensi gangguan seperti hotspot harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Kami memastikan seluruh pekerjaan dilakukan secara profesional, aman, dan sesuai standar operasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan insan PLN bertujuan memastikan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali tetap andal, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan rampungnya penanganan dua titik hotspot tersebut, PLN UIT JBM memastikan sistem transmisi tetap prima, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan listrik, keselamatan kerja, dan kualitas layanan kepada pelanggan.